inspiration media pasindo

Rabu, 08 Juni 2011

SEBUAH HARAPAN ENERGI ALTERNATIF COAL BED METHANE (CBM) Ir. H. Syamsuriezal Syafei, S.Psi, MM


Gonjang ganjing harga minyak bumi dunia  yang kadang naik fantastis dan kadang turun secara drastis yang seringkali menjadi pembicaraan hangat di kalangan dunia pertambangan. Banyak orang tahu bahwa Kabupaten Sijunjung mengandung berbagai jenis sumberdaya energi dalam jumlah yang lumayan besar, baik ditinjau dari segi kwantitas maupun kwalitas, baik energi fosil maupun non fosil, baik energi konvensional maupun energi baru terbarukan. Data terakhir dalam laporan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Sijunjung betapa beragamnya sumberdaya energi yang dimiliki Kabupaten Sijunjung seperti Minyak bumi, Gas alam, Batubara, Tenaga Air untuk PLTA dan Mikrohidro, Biomassa, Biogas, Tenaga Surya dan Tenaga Angin.
Meski sumberdaya energi berupa minyak bumi dan gas alam yang terdapat dalam wilayah Block South West Sumatera yang merupakan bagian cekungan Ombilin yang mempunyai luas ± 3.895,07 km2  (sekitar 389.507 ha) yang terletak di beberapa kabupaten termasuk di wilayah Kabupaten Sijunjung yaitu dengan luas sekitar 140 ha, yang tersebar di Kecamatan Koto VII, Kecamatan Sumpur Kudus, kecamatan Kupitan, Kecamatan IV Nagari, Kecamatan Sijunjung, Kecamatan Lubuk Tarok dan Kecamatan Tanjung Gadang.
Pada tahun 2009 ini konsorsium PT. Radiant Bukit Barisan E&P-PC (SKR) International.Ltd akan melakukan studi geologi, geofisika, akuisisi dan processing seismic 2D dalam block tersebut  dengan panjang lintasan 200 km dan dengan kedalaman hingga ribuan meter. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi di bawah permukaan tanah termasuk struktur bawah permukaan tanah.
Dari studi ini akan diperoleh hasil berupa data seismic yang memberikan gambaran mengenai kondisi stratigrafi, struktur geologi dan bentuk jebakan reservoir minyak dan gas bumi. Berdasarkan data hasil survey dan seismic 2D tersebut akan dipilih satu lokasi untuk dilakukan pemboran 1 sumur dengan kedalaman hingga ribuan meter. Dari hasil pemboran ini akan diperoleh data litologi dan stratigrafi serta penyebaran minyak dan gas bumi.
Jika dari hasil penyelidikan tersebut diatas menunjukkan hasil positif maka dalam rencana pengembangannya kemungkinan dapat dibuat salah satu dari beberapa alternatif berikut:
1.   Jika gas yang dihasilkan mengandung komponen C3 dan C4 cukup banyak maka kemungkinan dapat dibangun LPG Plant.
2.   Jika gas yang dihasilkan didominasi oleh C1 dan C2 dengan cadangan yang cukup besar maka produksi gas dapat diarahkan untuk membangun Power Plant untuk jangka panjang.
3.   Alternatif lain apabila cadangan gas yang ada cukup besar dapat diusahakan untuk membangun pabrik pupuk skala menengah
Salah satu sumberdaya energi berupa gas yang terhitung cukup besar adalah Coal Bed Methane (BCM). Sesuai dengan namanya BCM adalah gas yang terperangkap dalam lapisan batubara kategori peringkat rendah (low rank) dan berada pada kedalaman 600 – 1000 m dibawah permukaan tanah. Dengan kedalaman yang cukup besar maka praktis diperlukan teknologi tinggi (sophisticated) untuk memproduksi gas tersebut, yang berarti  pula diperlukan biaya yang sangat mahal.
Kebutuhan gas dewasa ini terus meningkat secara significant, peningkatan ini terutama disebabkan tingginya permintaan di sektor industri, disamping itu tuntutan untuk menggunakan energi ramah lingkungan menjadikan gas sebagai sumber energi yang paling kompetitif.
Suatu lapisan batubara (seam) dapat dimodelkan sebagai  sebuah sistem yang memiliki gas Methana yang terserap di dalam matriks dari batubara tersebut fractur.
Untuk memproduksi gas Methana yang ada di dalamnya maka dilakukan dengan penurunan tekanan fracture melalui proses Dewatering yang menyebabkan terjadinya proses desorbtion gas Methane dari permukaan fracture batubara menuju ke dalam rongga fracture. Gas tersebut berasal dari  matriks CBM yang telah terdifusi menuju permukaan fracture.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar